Senin, 10 Mei 2010

Tips Pengolahan Tanah Tebu

Mengamati topografi. Di lahan datar (slope 0 – 3 %) masalahnya drainase, sedangkan di lahan gelombang (slope 3 - 8 %) dan lahan berbukit ( slope >8 %) masalahnya adalah erosi (kelestarian tanah dan air) walaupun meski tetap memperhatikan drainasenya. Makin banyak perlakuan pengolahan tanah di lahan miring, makin mudah tanah tererosi.

Mengamati kondisi tanahnya. Jenis tanah (tanah ringan didominasi pasir, tanah sedang didominasi lempung atau tanah berat didominasi liat), tebal lapisan top soil, tebal solum dan keberadaan lapisan kedap dan konkresi. Untuk mengetahui kondisi tanah di lapisan bawah, digunakan bor tanah. Untuk mengetahui kedalaman lapisan kedap diukur dengan penetrometer. Lapisan kedap mesti dipecah menggunakan subsoiler karena menghambat penetrasi dan perkembangan akar, menghambat aliran air kapiler dari dalam tanah. Pada saat musim kemarau panjang, tebu siap panen di beberapa PG menjadi kering 15-20 % dari total luas tebu gara gara lapisan kedap.

Mengkaji iklim terutama curah hujan karena erat hubungannya dengan kadar air tanah dan jumlah hari kesempatan kerja traktor (opportunity days). Pengolahan tanah ideal adalah pada saat kondisi tanah dalam keadaan jangka olah.

Mempertimbangkan lokasi kebun karena erat hubungannya dengan efisiensi waktu dan penentuan jenis traktor dan implement yang digunakan. Di area luas bisa menggunakan traktor roda atau traktor rantai dan implement-nya bisa tipe mounted atau trailing. Di area sempit mesti menggunakan traktor roda dengan implement tipe mounted.

Tetap berpatokan pada tujuan pengolahan tanah, yakni membasmi gulma, menyediakan tempat tumbuh yang memadai untuk bibit dan memperbaiki sifat fisik tanah. Selain itu membantu meratakan tanah, membantu drainase internal dalam tanah.

Pengolahan tanah minimum diterapkan pada tanah yang sudah terbentuk. Lahannya sudah cukup rata, top soil cukup tebal lebih dari 40 cm, struktur tanahnya sudah baik dan tidak terdapat lapisan kedap. Pengolahan tanah minimum di tanah ringan, akan berbeda dengan di tanah sedang maupun berat karena kondisi fisik tanahnya berbeda.

Tanah yang sudah diolah segera ditanami agar fungsi pengolahan bermanfaat optimal, tidak keburu ditumbuhi rumput.

Mempertimbangkan fungsi implement yang akan digunakan.

Bajak Piring berfungsi mengiris, memotong, membalik tanah dan membasmi gulma. Bajak singkal berfungsi mengiris, membongkar, membalik tanah dan membasmi gulma, lebih baik dioperasikan pada lahan yang bersih dari sisa sisa tebu (klaras, dongkelan). Bajak singkal tidak direkomendasi pada tanah yang mengandung konkresi. Di lahan miring jika tersedia lebih tepat lagi menggunakan bajak tipe dua arah atau reversible yang bisa membalik tanah ke dua arah. Tanah dibalik ke arah atas untuk mengurangi longsornya tanah.

Garu piring /Heavy Disk harrow, tipe trailing berfungsi menghancurkan dan meratakan tanah serta menghancurkan sisa tumbuhan di permukaan tanah. Piringan berlekuk (notch disc / scallop), lebih mampu mencacah material di permukaan tanah dibanding piringan yang rata di pinggirnya (plain disc). Dioperasikan setelah perlakuan bajak atau dapat langsung digunakan jika tanahya ringan – sedang.

Bajak garu piring / Plow harrow. Berfungsi sebagai bajak sekaligus sebagai garu.

Subsoiler berfungsi memecah lapisan tanah padat di bawah permukaan tanah hingga kedalaman 60 cm. Umumnya tipe mounted dan penggunaannya mensyaratkan : a) kondisi lahan yang cukup bersih dari klaras dan sisa batang tebu yang tertinggal, b) permukaan tanahnya (micro relief) cukup rata dan c) tanah dalam kondisi jangka olah, terutama pada tanah berat.

Subsoil rota- furrower ( SRF) memiliki tiga fungsi yakni memecah lapisan padat dalam tanah, menggemburkan dan meratakan tanah, membasmi gulma dan membuat kairan.

Alat kair / furrower berfungsi untuk membuat kairan (alur).

Subsoil-furrower berfungsi memecah lapisan padat sekaligus membuat kairan (alur).

Dari pengamatan tersebut, silahkan memanipulasi tanah dengan menentukan perlakuan apa yang diperlukan sehingga cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tebu, bahkan hingga ratunnya. Pengolahan tanah lebih merupakan seni dalam mempertimbangkan faktor-faktor teknis. artinya apapun boleh dilakukan yang penting tujuannya tercapai.
Pengolahan tanah merupakan kegiatan awal dan berperanan pada tahap awal pertumbuhan tebu dan perkembangannya. Pengolahan tanah yang tidak memadai mengakibatkan akar tidak berkembang optimal, zona perakarannya sedikit dan tidak mampu mengisap banyak unsur hara yang mengakibatkan tebu tumbuh tidak optimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar